DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

Definisi Demam Berdarah Dengue (DBD)
– Demam akut akibat virus dengue
– Dapat menjadi syok kemudian mortalitas
– Indonesia endemis dengue
– Morbiditas dan mortalitas dipengaruhi usia, kepadatan vektor, tingkat penyebaran virus, kondisi iklim.

Etiologi
– Virus dengue terdiri dari 4 serotipe: DEN-1,DEN-2, DEN-3, DEN-4.
– Serotipe DEN-3 paling dominan ditemukan dengan masa inkubasi 4-10 hari.

Patogenesis dan Patofisiologi
– Transmisi melalui nyamuk Aedes aegypti.
– Nyamuk banyak hidup di daerah tropis dan sub tropis.
– Virus masuk ke dalam sirkulasi darah manusia lewat gigitan nyamuk.
– Virus akan berada di dalam darah sampai demam menghilang.

Fase Klinis Perjalanan Penyakit
– Fase Demam (hari 1-3)
– Fase Kritis (hari 3-7)
– Fase Penyembuhan (hari ke 6-7)

Gejala/ Tanda Utama
– Demam adalah tanda utama, demam mendadak tinggi, 2-7 hari.
– Gejala lain: lesu, tidak mau makan, muntah.
– Pada anak sering disertai facial flush, radang tenggorokan, serta pilek.

Mengapa DBD berbahaya?

– DBD dapat timbul perdarahan mulai dari mimisan, perdarahan gusi, perdarahan kulit. Perdarahan yang lebih berat: muntah darah, BAB darah, BAK darah.
– Pada fase kritis dapat terjadi syok yang dapat menyebabkan kematian.

Pencegahan DBD
– Belum ada vaksin yang bisa menangkal DBD
– Cara terbaik dengan menghindari gigitan nyamuk Aedes aegypti: fogging, menguras rutin bak mandi, menutup penampungan air, memasang kawat anti-nyamuk pada ventilasi rumah, memasang kelambu pada tempat tidur, lotion anti-nyamuk, kenakan pakaian yang aman, kerja bakti RT/ RW rutin dengan fokus 3M.